
ILUSTRASI : Aksi bakar-bakar di perempatan Jl Basuki Rahmat-Jl Tegalsari Surabaya.
Malam 30 Agustus 2025 mencatatkan luka mendalam bagi Surabaya dan Indonesia. Kota Pahlawan yang identik dengan semangat kebangsaan kini jadi saksi amuk rakyat yang tak terbendung.
Api di Grahadi bukan hanya membakar bangunan tua, melainkan juga mengingatkan betapa rapuhnya dinding kepercayaan antara rakyat dan pemerintah.
Surabaya malam itu menjadi peringatan, bahwa ketika suara rakyat tak didengar, kerumunan bisa berubah jadi banjir bandang yang menghancurkan apa saja di depannya. *
Penulis : Rokimdakas (jurnalis senior) 31 Agustus 2025
















