
Sawung Dance digeber selama dua hari (Jumat-Sabtu, 19-20/9/2025) di Gedung Cak Durasim Surabaya. (foto-foto: Julian Romadhon)
“Justru di daerah-daerahlah semangat itu tumbuh. Saya melihat potensi luar biasa di Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Palu, hingga Kalimantan. Inkubasi ini membuat seniman muda bisa terhubung lintas daerah,” imbuhnya.
Simbol Kegelisahan
Di kesempatan yang sama, Ari Ersandi, koreografer muda asal Lampung menanggapi tema festival dengan refleksi yang tak kalah mendalam. Baginya, tema Tremor adalah simbol kegelisahan sekaligus ruang membaca ulang makna pengorbanan.
“Saat tema itu diangkat, saya langsung melihat dua sisi. Di satu sisi, Tremor terasa seperti sesuatu yang tidak baik-baik saja. Tapi di sisi lain, ia menjadi tantangan untuk dibaca dalam konteks kebersamaan,” ucapnya.
Ari Ersandi mengatakan ketertarikannya, karena bisa mengaitkan tema ini dengan riset yang dilakukan tentang bioakustik dan biomoni, yaitu mendengarkan kembali diri dan lingkungan.
Karya Ari merupakan refleksi dua tahun terakhir, yaitu proses mendengar ulang pengalaman pribadi, sekaligus merespons situasi sosial yang lebih luas.
















