Sawung Dance di Cak Durasim: Karya Hartati dan Ari Ersandi Jadi Potret Wajah Dunia Tari Indonesia

0
893

“Saya mencoba melihat bagaimana nilai pengorbanan itu dipahami. Apakah makin menyempit atau justru semakin meluas. Pertanyaan reflektif ini yang saya tuangkan dalam karya,” urainya.

Bagi Ari, festival bukan hanya ruang tampil, tetapi juga wadah pertemuan lintas generasi. “Saya senang melihat karya-karya yang tumbuh bersama di sini. Ada banyak hal yang bisa saling memperkaya, terutama dari teman-teman daerah lain,” katanya.

Tubuh sebagai Resonansi Zaman
Sementara itu, Sekar Alit, Direktur Sawung Dance menyatakan, tubuh manusia adalah ruang resonansi yang paling jujur di tengah dunia yang terus bergetar oleh krisis iklim, ketidakpastian sosial-politik, perang, migrasi, pandemi, hingga lompatan teknologi.

“Tubuh tidak pernah netral. Ia merekam, menolak, menggigil, menggetar, atau membeku di ambang perubahan. Tremor adalah metafora sekaligus realitas. Getaran adalah tanda bahwa tubuh-tubuh kita, baik sebagai penari, koreografer, maupun masyarakat sedang menanggung transisi, mungkin krisis, mungkin harapan,” ujar Sekar.

Festival ini, lanjutnya, menjadi ruang perjumpaan seniman tari kontemporer yang menjadikan tubuh sebagai medium kritik, ritual, pelampiasan, hingga penyembuhan.

1 2 3 4 5

Comments are closed.