
Sawung Dance digeber selama dua hari (Jumat-Sabtu, 19-20/9/2025) di Gedung Cak Durasim Surabaya. (foto-foto: Julian Romadhon)
Peraih program Empowering Women Artist (EWA) Kelola ini menekankan, bahwa penampilan kali ini bukan sekadar kilas balik.
Hartati mengaku ingin membuka ruang diskusi tentang pentingnya program inkubasi seni, terutama bagi generasi muda.
Menurutnya, ruang semacam itu mendesak untuk terus dihadirkan agar lulusan sekolah tari tidak kehilangan arah setelah menamatkan pendidikan.
“Banyak lulusan sekolah tari ingin berkarya, tetapi tidak punya ruang dan jaringan. Inkubasi ini penting supaya dunia tari bisa melangkah lebih jauh, tidak berhenti hanya pada tarian kreasi untuk kebutuhan seremonial,” tegasnya.
Karena itu, penari yang sudah tampil diberbagai negara seperti Singapura, Kolombia, Amerika, Australia, dan China ini mendorong agar pusat pertumbuhan seni tidak hanya terpusat di Jakarta. Hartati malah menyebut bahwa Jakarta tidak lagi tempat aman dan nyaman untuk inkubasi.

















