Bangkitkan Patriotisme Lewat Nyanyian Indonesia Raya 3 Stanza di Makam WR Soepratman

Para pemerhati kebangsaan kolaborasi memperingati 97 tahun Indonesia Raya. (foto: dok)
Sementara Rokimdakas, sekretaris dan desainer program menyatakan bahwa kegiatan diisi dengan refleksi budaya dan pertunjukan musik. “Kami ingin menggugah kesadaran lewat estetika. Karena patriotisme sejati tak cukup dengan kata-kata. Tetapi harus dirasakan melalui karya,” tandasnya.
WR Soepratman lahir 9 Maret 1903 dan wafat 17 Agustus 1938, dikenal sebagai komponis sekaligus wartawan yang memadukan seni dan perjuangan. Meski wafat muda pada usia 35 tahun dan tidak menikah, ia meninggalkan karya abadi yang mengikat seluruh bangsa dalam satu nyanyian.
Dari pusara sang maestro, gema Indonesia Raya tiga stanza kembali melingkupi langit Surabaya seakan mengingatkan kita bahwa cinta tanah air bukan sekadar ritual, melainkan keberanian untuk menjaga nurani di tengah badai zaman. */wid
















