
Pratikno menekankan kebutaan akibat kerusakan kornea berdampak tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga sosial dan ekonomi. “Kebutaan ini bukan hanya persoalan visual. Dampaknya sangat besar bagi penderita, keluarga, dan masyarakat,” tuturnya.
Pemerintah, kata Pratikno, menyambut baik upaya sinergi lintas bank mata di Indonesia termasuk yang telah berjalan di Surabaya, Jakarta, dan daerah lainnya.
“Kami siap membangun ekosistem bersama. Ini bukan hanya persoalan teknis kesehatan, tapi juga sosial, keagamaan, literasi publik, hingga penyediaan tenaga kesehatan dan infrastruktur,” katanya.
Praktikno juga mengapresiasi pembentukan tim kecil yang akan bekerja bersama Kemenko PMK untuk mengidentifikasi kendala dan merumuskan langkah strategis. Kolaborasi ini akan melibatkan sembilan kementerian terkait yang berada dalam koordinasi Kemenko PMK.
Pratikno menambahkan bahwa penguatan regulasi, pembiayaan, kesiapan laboratorium, serta dukungan tokoh agama dan literasi publik menjadi bagian penting dari pembangunan ekosistem bank mata nasional.
















