
Rio meyakini target tersebut relevan karena Surabaya dikenal sebagai gudangnya atlet. “Untuk yang pertama kali adalah pembinaan usia dini. Kita harus fokus pada regenerasi agar kita terus mengalirkan atlet-atlet yang luar biasa untuk Jawa Timur bahkan untuk nasional,” katanya.
Dia menandaskan, untuk mencapai puncak prestasi, KONI tidak bisa bekerja sendirian, melainkan perlu sinergi bersama Pemkot, KONI Jatim, Kadin, dan HIPMI. Mengenai strategi terdekat, pihaknya akan fokus pada fasilitas latihan para atlet.
“Minggu ini, terkait fasilitas yang paling utama adalah teman-teman harus bisa berlatih dulu. Nyaman berlatih, tidak bingung untuk cari tempat latihan dan itu pasti selaras dengan hasil yang didapat di akhir,” ujarnya.
KONI Surabaya juga sudah berkoordinasi dengan Unesa untuk melakukan kalkulasi ulang terhadap potensi perolehan medali emas, khususnya dari atlet yang sudah meraih emas di Porprov sebelumnya dan atlet berpotensi naik kelas dari perak.
“Bulan Januari kita sudah mulai Pemusatan Latihan Cabang. Saya memohon doa dan dukungan agar kepengurusan ini bisa membawa kebanggaan bagi keluarga besar KONI Surabaya dan masyarakat kota,” pungkasnya. wid
















