Forum Musyawarah DKS Menuai Kritik, Rokimdakas: Hidup Itu Sejatinya adalah Kolaborasi

0
683

“Itu hal yang wajar. Setiap orang membawa sudut pandang masing-masing. Usia berbeda, pengalaman berbeda, kepentingan berbeda, maka tafsirnya pun berbeda.”

“Saya sendiri menjadi salah satu dari 114 peserta yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi. Setelah itu kami diminta menulis esai seribu kata. Lalu mengikuti voting.”

Dari sana terpilih 23 orang untuk kembali diuji oleh tim fasilitator. Sebagian orang bertanya,”Mengapa setelah voting masih ada seleksi lagi? Bukankah voting sudah cukup?”

Pertanyaan itu sah. Tetapi dalam banyak proses kelembagaan, seleksi berlapis adalah hal biasa.

Voting adalah bagian dari mekanisme, bukan garis akhir. Dalam dunia profesional, tahapan seperti ini lazim dilakukan untuk memastikan kualitas dan kesesuaian peran.

Kita boleh berbeda pendapat. Tetapi alangkah baiknya jika perbedaan itu diletakkan dalam kerangka memahami sistem, bukan sekadar menilai dari luar.

1 2 3 4 5 6 7 8

Comments are closed.