
Musyawarah Dewan Kebudayaan Surabaya. (foto-foto: dok/IST)
Seperti bulan yang tidak keberatan memulai dari sabit kecil. Seperti dua telapak tangan yang rela merapat untuk saling menguatkan.
Kita tidak hidup untuk berjalan sendiri. Kita hidup untuk saling melengkapi.
Karena pada akhirnya, yang membuat sebuah kota bercahaya bukanlah satu bintang yang paling terang, melainkan langit yang dipenuhi cahaya yang saling menyinari.
Di situlah arti kolaborasi:
Mengalir bersama.
Bertumbuh bersama.
Menerangi bersama. *
















