
Joko menekankan, bahwa ketidakadilan itu bahasa universal. Karena perjuangan untuk kebenaran itu dimengerti oleh semua manusia, di mana pun mereka hidup. Itulah kenapa 86 negara mau membeli hak penayangan film ini.
Bukan karena ini ‘film Indonesia yang bagus untuk ukuran Indonesia’. “Tetapi karena bagi mereka film ini yang memenuhi standar mereka dan juga relevan,” imbuhnya.
World Premiere di Berlinale 2026
Sebelumnya, menjelang world premiere di Berlinale 2026, ‘Ghost in the Cell’ lebih dulu diakuisisi oleh distributor yang berbasis di Jerman, Plaion Pictures.
Kerja sama tersebut membuat film tersebut juga akan ditayangkan di bioskop di negara-negara berbahasa Jerman.
Plaion Pictures di antaranya telah mendistribusikan film-film pemenang penghargaan Palme d’Or Cannes seperti ‘Anatomy of a Fall’, pemenang Oscar The Whale, pemenang Palme d’Or Titane Parasite, hingga pemenang Oscar tahun ini, ‘Sentimental Value’.
“Tayangnya film ‘Ghost in the Cell’ di 86 negara di dunia membuktikan secara kualitas produksinya juga terbukti diakui secara luas sehingga membuat banyak negara berminat untuk menayangkan di negara mereka,” ujar produser Tia Hasibuan.

















