Catatan Khusus Bonang Adji Handoko: Ketika Rumah Kebudayaan Jadi Arena Perebutan Panggung

0
36

Kebudayaan Surabaya sejatinya lahir dari semangat guyub, bukan monopoli komunitas secara eksklusif. Karena itu jalan keluarnya bukan sekadar mengganti pengelola atau menciptakan kelompok baru.

Saat ini yang dibutuhkan adalah membangun kembali kesadaran bahwa ruang budaya adalah rumah bersama. Rumah yang harus dijaga bersama.

Bukan diperebutkan. Bukan dimiliki segelintir orang. Bukan dijadikan alat membangun popularitas. Tetapi diwariskan.
Kepada anak-anak muda.
Kepada komunitas kecil.
Kepada generasi berikutnya yang mungkin hari ini belum memiliki akses masuk ke dalam ruang kebudayaan kota.

Sebab ukuran sejati seorang pejuang kebudayaan bukanlah seberapa keras ia berteriak di atas panggung. Melainkan seberapa lama ia sanggup tinggal menjaga rumah bahkan ketika lampu panggung telah padam. [Surabaya, 11 Mei 2026]

1 2 3 4 5 6

Comments are closed.