
Perumda KBS resmi menjalin kerjasama konservasi dengan iZoo Shizuoka, Jepang. (foto: Diskominfo)
Shirawa juga mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat Jepang terhadap kehadiran komodo. Karenanya, ia optimistis kehadiran komodo di iZoo berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
“Orang di sana menantikan pengembangbiakan. Orang Jepang merasa senang karena ada kehadiran komodo di sana. Nanti kalau dipinjamkan di sana mungkin pengunjungnya akan lebih banyak lagi untuk di iZoo,” tuturnya.
Ditemui di tempat yang sama, Eri Cahyadi, Wali Kota menyampaikan, ketertarikan pihak Jepang untuk meminjam komodo didasari keberhasilan KBS dalam mengembangbiakkan satwa tersebut. “Karena kita berhasil dalam mengembangbiakan komodo, maka di Jepang itu karena binatang terbesar reptil, mereka meminta kita untuk meminjamkan komodo,” imbuhnya.
Eri Cahyadi menandaskan bahwa skema yang digunakan bukan pertukaran, melainkan peminjaman dengan pengawasan bersama selama lima tahun, termasuk kemungkinan penarikan kembali bila terjadi kondisi tertentu pada satwa.
“Jadi nanti satwa kita komodo yang ada di Jepang akan sama-sama kita pantau. Jadi ketika dalam masa lima tahun ini ada yang mungkin sakit, bisa ditarik kembali,” urainya.
















