Setelah 5 Tahun Vakum, Embran Nawawi Unjuk Karya di Panggung Festival Rujak Uleg

0
6

Distorsi siluet, pembesaran proporsi, dan transformasi tekstil menciptakan ketegangan antara disiplin olahraga dan kebebasan ekspresi mode.

Sebagai seniman pertunjukan, Embran Nawawi tidak berhenti pada penciptaan busana. Karya ini dihidupkan melalui koreografi, sehingga setiap kostum menjadi tubuh yang bergerak dan setiap gerak menjadi perpanjangan makna kostum.

Embran berharap, Football Fashion Couture hadir sebagai pertemuan antara fashion, performance art, teater visual, dan budaya populer sebuah medan interdisipliner yang memperluas kemungkinan pembacaan terhadap olahraga sebagai praktik estetis.

Kehadiran karya ini dalam Festival Rujak Uleg Surabaya memperlihatkan bagaimana sebuah festival budaya rakyat dapat menjadi ruang bagi inovasi artistik kontemporer. Seperti rujak uleg yang memadukan beragam rasa menjadi satu pengalaman yang khas.

“Football Fashion Couture menyatukan olahraga, mode, dan seni pertunjukan ke dalam satu komposisi visual yang segar, dinamis, dan penuh energi,” imbuhnya.

1 2 3 4

Comments are closed.