
Embran menekankan, karya ini menunjukkan bahwa sepak bola adalah bahasa universal yang tidak hanya dimainkan, tetapi juga dikenakan, dipertunjukkan, dan dirayakan. Dari lapangan hijau ke panggung couture, Embran Nawawi mengajak masyarakat menyaksikan transformasi seragam menjadi simbol, permainan menjadi pertunjukan, dan olahraga menjadi karya seni.
“Saya sangat puas. Karena inilah karya pertama saya setelah lima tahun vacum di runway fashion Surabaya karena fokus ambil S2 dan lanjut S3,” tandasnya. */ana/ap
















