Tegaskan Masih Berstatus Ketua DKS, Chrisman Hadi: Saya Bertanggung Jawab Penuh atas Kepercayaan Khalayak Seniman

0
185

“Situasi berkembang karena ketiga proses berjalan paralel tanpa penyelesaian bertahap, sehingga menimbulkan dualisme persepsi. Dari sisi pemerintah, penataan dan reformasi. Sedang dari sisi komunitas, pengusiran dan penggusuran,” cetusnya. */ap

Berikut Kronologis Perjalanan DKS:
Fase 1 – Fondasi Historis (1971–2018) 

  1. 1 Oktober 1971 – Walikota Soekotjo bersama para seniman Surabaya mendklarasikan berdirinya Dewan Kesenian Surabaya (DKS) sebagai lembaga kesenian kota dan diberikan sekretariat serta beraktivitas di kawasan Balai Pemuda. Karena Balai Pemuda sejak awal menjadi pusat kegiatan seni, komunitas, ekspresi budaya di Surabaya serta bangunan cagar budaya. Di masa revolusi, Balai pemuda menjadi markas perlawanan pemuda.
  2. Terbit Intruksi Mendagri no. 5A tahun 1993 agar kepala daerah seluruh Indonesia membentuk Dewan Kesenian.
  3. Diperkuat dengan Permendikbud no. 85 THN 2013 juknis pasal 7 ayat (2) tentang organisasi perihal standar pelayanan minimal bidang kesenian agar kepala daerah membentuk Dewan Kesenian; Permendikbud no.45 THN 2018 ttg PPKD pasal 9 aya (3) huruf c ttg salah satu pemangku kepentingan 10 OPK adalah juga Dewan Kesenian daerah.
  4. Dalam praktiknya, Dewan Kesenian Surabaya dan komunitas-komunitas seni budaya menggunakan Balai Pemuda sebagai ruang aktivitas secara terus-menerus, membentuk legitimasi sosial dan historis.
1 2 3 4 5

Comments are closed.