Anak Laki-Laki Juga Berhak Menangis: FPPI Surabaya dan RSD Prof dr Moeljono Ajak Orang Tua Hentikan Stigma yang Diam-Diam Melukai Anak

0
6


“Anak laki-laki juga memiliki rentang emosi yang kompleks. Mereka bisa merasa sedih, cemas, dan takut,” ujarnya.

Nenny menekankan, mengajarkan anak laki-laki mengolah emosi sejak dini adalah investasi terbaik bagi kesehatan mental mereka di masa depan.

Menurutnya, anak yang terbiasa menyimpan emosi berisiko mengalami berbagai persoalan ketika dewasa, mulai dari kesulitan membangun hubungan sosial hingga gangguan kesehatan mental.

Karena itu, keluarga menjadi lingkungan pertama yang harus menghadirkan ruang aman agar anak merasa didengar dan diterima.

Melalui kampanye ini, FPPI mengajak para ayah dan ibu memberikan perhatian yang seimbang kepada anak laki-laki, termasuk membebaskan mereka dari stigma bahwa menangis atau menunjukkan kesedihan adalah tanda kelemahan.

Berbagai kegiatan telah disiapkan selama periode Juli hingga Oktober 2026. Di antaranya kampanye digital melalui media sosial, diskusi kelompok bagi anak laki-laki, kompetisi karya edukatif, hingga seminar yang melibatkan masyarakat dan komunitas keluarga di Surabaya.

1 2 3

Comments are closed.