
iniSURABAYA.com – Kalimat “anak laki-laki tidak boleh menangis” masih kerap terdengar di banyak keluarga Indonesia. Sekilas terdengar sebagai cara mendidik anak agar kuat.
Namun di balik ungkapan itu, tersimpan persoalan yang lebih besar: banyak anak laki-laki tumbuh dengan kebiasaan memendam emosi, takut mengungkapkan perasaan, bahkan enggan bercerita saat menjadi korban perundungan.
Kondisi inilah yang mendorong Dewan Pimpinan Cabang Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (DPC FPPI) Kota Surabaya bersama Rumah Sakit Daerah (RSD) Prof dr Moeljono Provinsi Jawa Timur meluncurkan kampanye bertajuk ‘Ayah Bunda, Anak Laki-Lakimu Butuh Kamu’.
Diluncurkan bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional 2026, kampanye tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Edukasi akan berlangsung hingga 10 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, dengan sasaran utama meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya kesehatan mental anak laki-laki.
Nenny Gunarso, Ketua DPC FPPI Kota Surabaya, mengatakan selama ini masih banyak orang tua yang tanpa sadar membentuk anak laki-laki untuk menekan emosinya. Padahal, kemampuan mengenali dan mengelola perasaan merupakan bagian penting dalam tumbuh kembang anak.















