
“Kalau kebiasaan tersebut masih terus dilakukan, stain pada gigi akan tetap menempel dengan kuat,” ujarnya.
Ia pun membagikan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari agar noda tidak mudah menempel.
Mulai dari membilas mulut menggunakan air putih setelah minum kopi atau teh, hingga menggunakan sedotan saat mengonsumsi minuman berwarna untuk mengurangi risiko perubahan warna gigi.
Selain itu, Zahrah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur pada pasta gigi yang hanya mengandalkan busa melimpah atau klaim memutihkan secara instan.
Zahrah menekankan, konsumen sebaiknya memilih produk yang memiliki bukti uji laboratorium dan kandungan yang memang bekerja mengatasi penyebab noda. Jika keluhan tidak membaik setelah perawatan mandiri, pemeriksaan ke dokter gigi tetap menjadi langkah terbaik.
Sejalan dengan tren skinification, inovasi pada produk perawatan gigi juga mulai bergeser. Jika sebelumnya banyak pasta gigi mengandalkan bahan abrasif untuk mengikis noda, kini sejumlah produsen mulai menggunakan teknologi berbasis enzim yang diklaim lebih lembut terhadap enamel gigi.

















