
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya. (foto: dok Diskominfo Surabaya)
Dalam arahannya, Eri juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam menjaga fasilitas umum. Ia mencontohkan kondisi sejumlah pedestrian yang rusak akibat beralih fungsi menjadi lokasi parkir liar.
Karena itu, ia meminta kelurahan, kecamatan, Dinas Perhubungan (Dishub), hingga Satpol PP bekerja sama menjaga kawasan yang telah ditertibkan selama 24 jam penuh dalam kurun waktu empat hingga lima bulan agar pelanggaran tidak kembali terulang.
“Pedestrian itu dibangun pakai uang APBD, uang rakyat. Jangan dibiarkan rusak jadi tempat parkir, lalu kita anggarkan lagi buat diperbaiki. Sayang uangnya. Lebih baik anggaran itu dialokasikan untuk sekolah gratis dan kesehatan gratis warga Surabaya,” cetusnya.
Eri memastikan evaluasi tidak berhenti pada tiga kecamatan tersebut. Seluruh pejabat struktural yang baru dilantik akan menjalani penilaian kinerja selama enam bulan ke depan. Jika target yang ditetapkan tidak tercapai, mereka diminta siap menerima konsekuensi, termasuk mengundurkan diri dari jabatan.
“Birokrasi harus bekerja sebagai satu keluarga besar. Kota ini akan berjalan baik kalau seluruh perangkat daerah meninggalkan ego sektoral dan benar-benar hadir melayani masyarakat,” pungkasnya. */ana/ap
















