
Menurut Anne, kehadiran fasilitas tersebut juga mendukung kampanye Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mengajak anak mengurangi ketergantungan pada gawai dan lebih banyak melakukan aktivitas fisik maupun bersosialisasi secara langsung.
“Teknologi tetap penting, tetapi anak juga membutuhkan pengalaman nyata. Melalui ruang bermain di stasiun, mereka dapat menikmati aktivitas di luar layar sekaligus mengenal dunia perjalanan kereta api dengan cara yang menyenangkan,” katanya.
Tak hanya menghadirkan area bermain, KAI juga terus memperkuat fasilitas pendukung bagi keluarga. Hingga kini, ruang laktasi tersedia di 135 stasiun. Sementara 56 stasiun besar telah dilengkapi toilet ramah penyandang disabilitas untuk mendukung kebutuhan pelanggan dari berbagai usia dan kondisi.
Peningkatan fasilitas tersebut sejalan dengan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api. Sepanjang Semester I 2026, KAI melayani 29.858.267 pelanggan kereta api jarak jauh maupun lokal, meningkat 8,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Anne, pertumbuhan jumlah penumpang menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk menghadirkan stasiun yang lebih inklusif dan nyaman bagi keluarga.
















