
“Jangan sampai kalau malam atau sudah sepi, malah dipakai buat yang negatif. Makanya nanti dipadangi (diterangi) yang terang biar tidak ada yang berani. Tempat ini harus jadi pusat kegiatan positif anak muda,” imbuhnya.
Belajar dari pengalaman banyaknya fasilitas umum (fasum) milik Pemkot Surabaya yang terbengkalai setelah diserahkan ke warga, Cak Eri menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi secara berkala.
“Banyak lapangan sepak bola yang dikelola tertentu, disewakan, tapi saat rusak kembali minta ke Pemkot. Ini kerja sama pengelolaan akan kami evaluasi setiap 3 bulan sekali. Kalau perawatannya bagus, kerja sama diteruskan. Ini yang namanya gotong royong,” pungkasnya. */ana/ap
















