
Kebun Raya Mangrove (foto:dok Diskominfo Surabaya)
Status tersebut semakin diperkuat setelah UPT Kebun Raya Mangrove bergabung dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Surabaya. Ke depan, kawasan ini diproyeksikan menjadi laboratorium mangrove bertaraf dunia dengan target mengoleksi seluruh spesies mangrove yang ada di Indonesia.
“Harapannya, paling tidak 245 spesies mangrove yang ada di Indonesia bisa kita miliki di Kebun Raya Mangrove,” imbuhnya.
Tak hanya kaya koleksi vegetasi, kawasan seluas sekitar 34 hektare yang berada di Gunung Anyar-Medokan Sawah dan Wonorejo ini juga menjadi habitat berbagai satwa liar. Sedikitnya terdapat sekitar 35 jenis burung yang hidup maupun singgah di kawasan tersebut.
Selain itu, hasil pengamatan para pegiat lingkungan menunjukkan banyaknya ragam kupu-kupu yang hidup di dalam kawasan mangrove.
Kucing Bakau
Temuan yang paling menarik datang dari hasil penelitian dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yakni keberadaan kucing bakau. Satwa liar ini dikenal sulit dijumpai karena tidak dapat dikembangbiakkan dalam penangkaran.
















