
Kebun Raya Mangrove (foto:dok Diskominfo Surabaya)
“Berdasarkan penelitian dosen Unesa pernah ditemukan kucing bakau. Dulu kita sempat ingin memperbanyak untuk menyelamatkan kelangkaannya, tetapi ternyata tidak bisa karena hidupnya memang liar,” ungkapnya.
Menurut Dian, kemunculan kucing bakau menjadi indikator penting bahwa kualitas ekosistem mangrove di Surabaya masih terpelihara.
“Tidak banyak tempat ditemukan ada kucing bakau. Itu menunjukkan kalau ekosistemnya terjaga dengan baik dengan adanya keberadaan kucing bakau itu sendiri,” tegasnya.
Selain kucing bakau, kawasan ini juga dihuni kepiting pemanjat pohon, sejenis kepiting bakau yang tidak dapat dikonsumsi karena mengandung racun. Sementara untuk satwa reptil, pengunjung masih dapat menjumpai biawak.
Adapun buaya hanya pernah terpantau di kawasan mangrove Avour Wonorejo, bukan di area Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar.
















