
Sebagian dari 117 pelukis dari berbagai daerah di Indonesia yang memajang karya dalam Pameran Lukisan Nasional bertajuk Warna, Keberagaman, dan Budaya dalam Kanvas.
Yani Dwijayanti (Lamongan), Endik Asto (Malang), Ahyar (Banyuwangi), Atik Conel (Sidoarjo), Suwandi (Surabaya), Buggy Kupu (Surabaya), Sainal Arifin (Kalsel), Kadek Satria (Bali), Ali Topan (Sidoarjo), Herry Kiswanto (Sidoarjo), Budi Madura (Pamekasan), dan Supriyanto (Sidoarjo), Sang Made Budiasa (Bali), dan Annette (Surabaya).
Triyoso (Surabaya), Rijal (Bangkalan), Dharma Aji (Malang), Evelyne Tan (Surabaya), Bin (Jombang), Ismail (Sidoarjo), Joko Priyono (Jombang), Fathurrohman (Ponorogo), Rizat (Blitar), Guntur (Cirebon), Achmad Lutfi (Pamekasan), Kandar Art (Pamekasan), dan Vian Vanessa (Surabaya), Ahyar (Banyuwangi), Yulius Benardi (Pringsewu), dan Tama (Surabaya).
Dinda Wulandari (Surabaya), Chairul (Bangkalan), Arif Rusdi (Surabaya), Cak Har (Surabaya), Tiara Larasati Aira (Surabaya), Shanum (Bandung), Yonatan (Surabaya), Widijawati (Surabaya), Lilik Juhaedi (Indramayu), Muhajirin (Malang), Nini Sumini (Surabaya), Wiyoto (Surabaya), dan Saverianus Widiatmoko (Kutai Timur).
Achmad Ahid (Demak), Joko Sutrisno (Bali), Nila Jet Indramayu, Arief H (Tangerang), Kisut Art (Ponorogo), Agus Riadi (Depok), Achmad Husen (Banyuwangi), Miftachul (Karawang), Kimong art (Banten), Hendri Pan (Surabaya), Qodim Rachman (Demak), A Hendra (Jakarta), Anis Suryani (Sidoarjo), Edi Bulu (Lumajang), dan Agus Sulisyanto (Kutai Timur).
Theresia (Surabaya), Ami Tri (Surabaya), Syukri Hakiki (Lamongan), Esthakaliza (Lampung Tengah), Amin (Malang), Bambang (Salatiga), Mamuri (Brebes), Uuk Sadewa (Surabaya), Diana Mansyur (Bekasi), Suyadi (Kediri), Hadi Sucipto (Gresik), Anhari (Banyuwangi), Fitri Dewi wijayanti (Ponorogo), Darmaji (Surabaya), Nurul Zamil (Jember), dan Lutfi Sakato (Mojokerto). */hpy
















