
Tyo Hartono (kiri), Sutomo, dan Hence Virgorina, tiga perupa yang tergabung dalam Trisandhana.
Bermedia acrylic on canvas, Hence membawa tiga karya tahun 2025 yakni Anomali I (80 cm x 90 cm), Resonansi Ragam Diri (120 cm x 70 cm) dan Moving Up (150 cm x 70 cm). Ketiganya menunjukkan proses Hence terkini dalam menyelami gaya abstract art setelah berkutat dengan gaya impresionisme pada 2022.
Menjadi bagian pertemuan awalnya di seni rupa secara otodidak, aliran seni lukis modern itu disukai Hence. Karya yang berfokus pada pencahayaan, warna, dan penangkapan impresi sesaat dari objek itu memikatnya karena menampilkan detail visual yang presisi seperti tentang sudut kota atau objek apapun yang dilihatnya.

Sutomo, melihat salah satu dari tiga karyanya yang dipamerkan dalam Continuum.
Sempat berpameran tunggal dalam karya-karya impresionisme bertajuk Dua Sisi pada 2025, pelan-pelan, proses menuju seni abstrak itu makin dikuatkan Hence belakangan ini. ”Di Continuum, saya mulai pamerkan pergeseran itu. Jadi bagian dari perjalanan saya menuju pameran tunggal kedua dengan gaya abtrak,” katanya.
Sementara Tomo menyela di antara kedua rekannya yang berkarya dalam karya warna monokrom dalam gaya pen drawing. Kekuatan utama karya Tomo terletak pada ketajaman garis yang sangat presisi, warna hitam pekat yang solid, serta kontrol tinggi untuk menghasilkan detail rumit.
Simak tiga karya Tomo dengan media pen on canvas yakni Adab Alami (90 cm x 120 cm), Bahagia itu Sedarhana (190 cm x 140 cm, dan Berharap (140 cm x 120 cm). Untuk menyelesaikan karya itu, Tomo mengandalkan goresan penanya untuk membangun karakter gambar, tekstur, arsiran, dan ketebalan garis (line weight).
Melibatkan dua perupa senior Jawa Timur Agus Koecink dan Hamid Nabhan sebagai art writer, karya-karya Tyo-Hence-Tomo yang kontras itu dapat dinikmati secara gratis. Sekilas saja dilihat, ketiga perupa itu menyuguhkan perbedaan mencolok. Sebagaimana tujuan Trisandhana yang bersatu demi keselarasan dalam Continuum.
Continuum dibuka oleh Hario Widyoseno, S.Sn., M.M, Kepala Seksi Penyajian Seni Budaya, mewakili Kepala Taman Budaya Jatim, pada Selasa (25/8/2026). “Terima kasih kepada kelompok Trisandhana yang berkenan mengisi ruang galeri seni rupa kami dengan pameran,” kata Rio, panggilan Hario. */hpy
















