
Pengunjung tidak hanya melihat karya seni, tetapi juga diajak menikmati suasana yang lebih santai melalui aktivitas menggambar dan mewarnai, merchandise showcase, serta kuliner yang tersedia di area hotel. Konsep tersebut membuat aktivitas seni terasa lebih dekat dengan keseharian. Sejumlah meja dipenuhi alat gambar, cat, dan perlengkapan kreatif. (foto-foto: dok)
Indiana Jivat Rosidi, Marcomm Manager MaxOne Hotel Dharmahusada Surabaya mengatakan Art Jam dirancang sebagai ruang yang terbuka bagi masyarakat dan komunitas, termasuk mereka yang tidak memiliki latar belakang sebagai seniman.
“Kami ingin MaxOne Hotel Dharmahusada bukan hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga menjadi rumah yang ramah bagi komunitas,” ujarnya.
Menurut Indiana, Art Jam hadir setiap weekend supaya teman-teman bisa punya ruang untuk datang, berkarya, ngobrol, makan, dan menikmati waktu bersama.
“Tidak harus menjadi seniman untuk ikut, yang penting ada keinginan untuk mencoba dan menikmati proses kreatifnya,” ucapnya.
Semangat tersebut kemudian dikembangkan melalui ‘Home Is Where The Stomach Is’. Kegiatan ini, kata Indiana, ingin memperlihatkan bahwa aktivitas sederhana seperti makan bersama pun dapat menjadi awal dari sebuah interaksi dan proses kreatif.
“Lewat ‘Home Is Where The Stomach Is’, kami ingin menunjukkan bahwa sebuah meja makan juga bisa menjadi ruang untuk berkarya dan bertemu. Seni dan makanan sama-sama punya kemampuan untuk mempertemukan orang, dan kami senang bisa menyediakan tempat untuk itu,” imbuhnya.

















