
Pameran 'Jejak Warna' menjadi ruang perjumpaan bagi para perupa dengan latar belakang, karakter visual, pengalaman, dan pendekatan artistik yang beragam. (foto-foto: dok)
Kehadiran Galeri Surabaya – SUCH turut memberi ruang bagi pertemuan antara seniman, komunitas, generasi muda, dan masyarakat. Ruang seperti ini dinilai penting agar aktivitas seni dan budaya tidak hanya berlangsung di lingkungan terbatas, tetapi dapat dinikmati dan diapresiasi lebih luas.
KoSeRuYa sendiri melihat perkembangan seni rupa sebagai proses yang membutuhkan kebersamaan. Ekosistem seni tidak cukup dibangun melalui perjalanan individual para seniman, tetapi juga membutuhkan komunikasi, jejaring, dan kolaborasi.
Atas dasar itulah, ‘Jejak Warna’ diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pameran selama dua pekan. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya yang lebih panjang untuk merawat ekosistem seni rupa Surabaya sekaligus memperluas jejaring seni di Jawa Timur.
Pada akhirnya, ‘Jejak Warna’ membawa pesan yang sederhana: setiap perupa memiliki jejak, setiap karya menyimpan cerita, dan setiap warna memiliki makna.
Ketika jejak-jejak tersebut dipertemukan dalam satu ruang, yang muncul bukan hanya kumpulan lukisan, melainkan sebuah panorama tentang keberagaman cara seniman membaca kehidupan. Dan dari sanalah perjalanan seni rupa Surabaya terus menemukan warnanya. */ana/ap

















