Diskusi Publik Desa Gerabah: Antara Tradisi, Modernitas, dan Seni Rupa Kontemporer

0
7


Dalam kolaborasi ini, dua hal menjadi perhatian utama, yakni karya-karya patung dan ornamen dengan citraan makhluk mitologi, serta teknik pembakaran tradisional yang hingga kini masih dikerjakan oleh para perajin.

Karya-karya ini mencoba membawa kembali praktik-praktik tradisi ke dalam kesadaran masa kini—tidak semata-mata berusaha mempertahankan bentuk atau teknik tradisional, tetapi juga melihat kembali batas-batas medium, pengetahuan material, serta keterampilan tangan yang membentuknya.

Di sisi Iain, karya-karya ini juga membuka ruang untuk mempertanyakan bagaimana praktik tersebut dapat terus menemukan relevansinya di tengah perubahan zaman. Masih adakah tempat bagi proses penciptaan yang berbasis pada keterampilan tangan dan pengetahuan lokal di tengah masifnya proses-proses instan yang berbasis pada mesin dan kecerdasan buatan?

Karya-karyanya telah dipresentasikan dalam berbagai pameran nasional, antara lain Artjog 2024, Jogja Ceramic Festival, AerSubs–Material Ways di Balai Pemuda Surabaya (2025), Observersi di Lawangwangi Creative Space, serta sejumlah pameran seni dan kriya di Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta.

Melalui eksplorasi materialitas keramik, Iftikhar membangun dialog antara tradisi dan praktik seni kontemporer.

1 2 3 4 5

Comments are closed.