Resmi Jadi Ketua Dewan Kebudayaan Surabaya, Heti Palestina Yunani Beberkan Program Berikut Ini

0
1

iniSURABAYA.com – Heti Palestina Yunani, Ketua Dewan Kebudayaan Dewan Kebudayaan (DKeb) Kota Surabaya periode 2026-2029 mengatakan, DKeb tidak lagi hanya berfokus pada kesenian, melainkan seluruh objek pemajuan kebudayaan.

Hal ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. “Karena lingkupnya menjadi sangat besar, maka sebenarnya kerja dewan kebudayaan itu tidak lagi hanya melibatkan kesenian. Tapi kesenian itu menjadi salah satu dari 10 objek pemajuan kebudayaan,” ujar Heti usai menerima Surat Keputusan (SK) Pengurus DKeb di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jumat (15/5/2026).

Menurut Heti, strategi awal DKeb adalah memperluas pemahaman publik mengenai fungsi dewan kebudayaan yang kini tidak hanya memikirkan satu sektor seni. Maka, DKeb terlebih dahulu akan mengidentifikasi kebudayaan yang perlu dikembangkan berdasarkan 10 objek pemajuan kebudayaan.

10 objek tersebut meliputi Tradisi Lisan, Manuskrip, Adat Istiadat, Ritus, Pengetahuan Tradisional, Teknologi Tradisional, Seni, Bahasa, Permainan Rakyat, dan Olahraga Tradisional.

Heti menambahkan, kerja DKeb terbagi dalam dua bidang utama. Bidang pertama adalah kuratorial yang bertugas mengkurasi berbagai bentuk pertunjukan dan kegiatan budaya. “Kuratorial itu kalau misalkan diminta ada yang masuk menampilkan, itu kami yang mengkurasi, apa yang cocok gitu ya,” urainya.

1 2 3

Comments are closed.