Di Tengah Badai Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak, Aspra Justru Gaspol Ekspansi Menuju 2026

0
3

iniSURABAYA.com – Ketika industri plastik global kembali terguncang akibat gejolak geopolitik Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia, tidak semua perusahaan memilih bersikap defensif.

PT Asia Pramulia Tbk (Aspra) justru mengambil langkah sebaliknya, yakni memperkuat strategi, memperluas kapasitas, dan mengunci peluang pertumbuhan menuju 2026.

Kenaikan harga minyak mentah yang sempat menyentuh kisaran USD120 per barel tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga mengganggu rantai pasok bahan baku plastik global. Kondisi ini membuat industri berbasis turunan minyak bumi seperti plastik berada dalam tekanan cukup berat.

Menurut Ricky Winoto, Direktur Utama PT Asia Pramulia Tbk, sektor ini sangat sensitif terhadap dinamika geopolitik. Namun, ia menegaskan Aspra telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas operasional.

“Penutupan jalur distribusi dan konflik di Timur Tengah membuat harga minyak melonjak tajam. Karena bahan baku plastik berasal dari minyak bumi, otomatis ada kenaikan harga dan di beberapa jenis terjadi kelangkaan,” ujar Ricky, Selasa (9/6/2026).

1 2 3 4 5

Comments are closed.