Soal Bermusik Indra Lesmana Tak Pernah Bedakan Genre, Tapi Apa Maksudnya Tak Ingin Jual Diri karena Passion?

892 views

Togar PO Naibahu, vokalis ILP saat beraksi di Suara Surabaya Centre dengan latar belakang Indra Lesmana.

iniSURABAYA – Indra Lesmana nge-rock? Main musik berirama cadas ternyata bukan hal baru bagi putra musisi jazz Jack Lesmana ini.

“Saya pernah gabung Ian Antono (gitaris kelompok musik rock legendaris God Bless.) tahun 1970an. Kami bahkan sempat tur juga,” begitu papar Indra Lesmana sesaat sebelum tampil di pentas #ILPShowcase di Suara Surabaya Centre, Sabtu (30/6/2018).

Karena itu pula ayah artis Eva Celia ini menepis anggapan upayanya membentuk kelompok musik yang dia beri nama Indra Lesmana Project (ILP) sebagai sebuah transformasi dari jazz yang telah membesarkan namanya ke musik rock.

“Saya tak melihat musik sebagai sebuah genre. Bagi saya yang jadi passion itu yang akan saya mainkan. Jika main musik bukan karena passionate itu artinya jual diri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Indra Lesmana mengungkapkan bahwa sebenarnya sejak kecil dia sudah menyukai musik dari band-band progresif lawas seperti Yes, Genesis, Emerson Lake & Palmer, dan King Crimson. “Musik mereka saya dengarkan setiap hari waktu itu. Dan ini jelas mempengaruhi sebagian besar komposisi lagu ILP sehingga beraliran metal,” urainya.

Namun, karena terlahir dari seorang ayah yang pemusik jazz, tak heran bia dia juga menyukai jazz dan memainkannya. “Tapi, di ILP ini berbeda. Musik yang dimainkan ILP sebenarnya musik yang sudah lama banget ingin saya mainkan, dan baru kesampaian sekarang,” ujarnya.

Proses pembuatan album ILP diakui berjalan lancar. Setelah menggelar audisi pada 26 November 2017, hanya perlu waktu sekitar enam bulan mini album yang diberi title ‘Sacred Geometry’ ini bisa dirilis ke publik.

Mini album ‘Sacred Geometry’ resmi beredar 15 Mei 2018, dan pada tanggal 30 Mei 2018 video klip pertama berjudul ‘Ascension mulai dirilis. ILP Showcase ini diakui Indra Lesmana sebagai ajang ‘pemanasan’ perhelatan music Jazz Traffic Festival yang bakal digeber pada 25-26 Agustus 2018.

“Kami akan menyuguhkan hal yang baru lagi saat Jazz Traffic nanti,” ucapnya. dit

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)