
iniSURABAYA.com – Perayaan ulang tahun ke-93 Ratu Elizabeth II yang diadakan di Grand Ballroom Shangri-La Hotel Surabaya, Kamis (13/6/2019) berlangsung sangat meriah. Acara malam itu juga menandai 70 tahun hubungan diplomatik Inggris dan Indonesia.
Tetapi, Moazzam Malik, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN yang turut hadir di kemeriahan pesta tersebut menyatakan bahwa hubungan Inggris dengan warga di negeri ini sudah terjalin jauh lebih lama lagi.
Moazzam Malik yang fasih berbahasa Indonesia ini lalu memapar sejarah panjang hubungan Inggris dan Indonesia.
“Sir Francis Drake adalah pelaut Inggris pertama
yang tiba di Indonesia pada 1579. Interaksi pertama warga Inggris dengan Indonesia adalah persahabatan, yang mencerminkan hubungan kami di masa sekarang,” bebernya.
Para pelaut lain pun tiba di sini (Indonesia) termasuk Thomas Cavendish dan James Lancaster, yang tengah melakukan perjalanan pertama dari Perusahaan India Timur Inggris tahun 1601.
Warga negara
Inggris lainnya, Stamford Raffles, membantu memulihkan Candi Prambanan dan Borobudur saat beliau menjabat sebagai
Letnan-Gubernur di Jawa pada tahun 1811 selama lima tahun.
Dan tepatnya seratus lima puluh tahun yang lalu, pada tahun 1869, warga Inggris Alfred Russel Wallace adalah orang pertama yang menulis tentang flora dan fauna Indonesia.
“Setelah Perang Dunia Kedua, momen inilah yang melahirkan Indonesia yang modern sekaligus sebagai awal resmi hubungan diplomatik kita. Setelah
Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945, Indonesia mengumumkan kemerdekaannya pada
17 Agustus,” ungkap Moazzam.
Dua bulan kemudian, lanjut Moazzam, pertempuran Surabaya terjadi setelah penembakan Brigadir Mallaby dari Inggris hanya tujuh kilometer dari sini, dekat Jembatan Merah. “Ini adalah masa-masa yang cukup sulit,” cetusnya.
Dua tahun kemudian pada tahun 1949, Inggris dan Indonesia secara resmi saling mengakui kedaulatan dan membuka kedutaan besarnya di masing-masing ibukota.
“Tapi perlu
dicatat juga, bahwa British Council telah hadir di Indonesia lebih awal dari
Kedutaan Inggris, yaitu tahun 1948,” teggas Moazzam.
Selama kurun waktu 70 tahun, banyak sekali kegiatan dan kunjungan-kunjungan yang dilakukan pemerintah Inggris. Pada tahun 1974, Ratu Inggris Elizabeth II mengunjungi Indonesia.
“Beliau adalah anggota kerajaan Inggris pertama yang melakukan kunjungan resmi ke Indonesia,” urainya.
Disusul pada tahun 1989, Pangeran Charles dan mendiang Putri Diana juga berkunjung ke Jakarta, Yogyakarta dan Bali. Pangeran Charles kembali mengunjungi Jakarta, Yogyakarta dan Jambi pada tahun 2008.
Mantan Perdana Menteri Inggris, David Cameron mengunjungi Indonesia pada 2012 dan 2015 dan President Jokowi berkunjung ke London pada April 2016.
Sejak saat itu ada banyak kunjungan menteri dari Inggris ke Indonesia dan sebaliknya. “Dan dalam empat hari lagi, Ibu Menlu Retno akan berangkat ke Inggris untuk menghadiri Partnership Forum dengan Menlu Inggris Jeremy Hunt. Sebuah langkah penting yang memajukan hubungan Inggris dan Indonesia,” kata Moazzam. dit