Bosan di Rumah? Tempat Nongkrong di Surabaya Selatan Ini Tawarkan Konsep Indoor dan Outdoor yang Sama Nyamannya

Kopi Djagongan di area Restoran Agis menjadi alternatif anak muda maupun keluarga yang ingin menikmati suasana santai di luar rumah dengan konsep outdoor dan indoor.

iniSURABAYA.com – Tetap kreatif di tengah himpitan pandemi Covid-19. Itulah yang coba dilakukan oleh Fera Hadriyanti, owner Restoran Agis Surabaya ketika pagebluk mendera di seluruh dunia dan bikin semua lini usaha ‘tiarap’.

Begitu musibah ini masuk ke Indonesia dan pemerintah memberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar), Restoran Agis pun tutup sekitar tiga bulan sejak April hingga Juni 2020.

Bacaan Lainnya

Kondisi pandemi ini dirasa sangat berat bagi Fera karena restorannya selama ini identik dengan tempat untuk hajatan pesta pernikahan. “Jadi anjuran physical distancing dan sosial distancing membuat banyak acara pernikahan batal,” tegasnya.

Kondisi ini pula yang membuatnya lalu mencoba menyiasati dengan merombak salah satu sisi area restoran yang cukup luas itu menjadi tempat nongkrong anak muda.

Dan ternyata tempat cangkruk yang dia beri nama ‘Kopi Djagongan’ ini mendapat respons positif masyarakat. “Tempat nongkrong yang menyajikan kopi kekinian sudah banyak di Surabaya. Tetapi yang ada di area Surabaya Selatan masih minim,” begitu tuturnya mengenai pemilihan konsep tempat nongkrong dengan sajian kopi tersebut.

Berbeda dengan tempat nongkrong lain yang cenderung dalam bentuk outdoor, Kopi Djagongan memadukan outdoor dan indoor. “Indoor bisa menampung 70 orang. Total dengan yang di teras sekitar 150 orang,” ungkap lulusan SMP Negeri 1 Surabaya ini.

Setiap hari, Kopi Djagongan yang berdampingan dengan Masjid Agung Al Akbar ini buka mulai pukul 14.00 sampai pukul 22.00. Khusus hari Minggu buka mulai pagi pukul 07.00 sampai pukul 22.00.  

“Sebetulnya banyak permintaan setiap hari buka saat jam makan siang. Tetapi kami masih terus evaluasi tren-nya seperti apa. Kalau memang benar-benar sangat diperlukan dan bukan semata karena tren sementara, baru kami bisa penuhi permintaan itu,” tandasnya.

Menurut Fera, antusiasme pengunjung untuk datang ke Kopi Djagongan karena masyarakat sudah jenuh berlama-lama hanya berkegiatan di rumah. “Anak kampus atau para pekerja yang selama ini work from home rindu suasana luar rumah,” tuturnya.

Antusiasme itu kian besar lantaran di Kopi Djagongan juga tersedia jaringan Wifi yang sangat kencang untuk mendukung pengunjung melakukan aktivitas yang memakai jaringan internet. dit

Pos terkait