Kembangkan Inovasi di Bisnis Digital, Telkom Buru Talenta ITS

0
890
Faldy Maulana Yuantoro, Data Scientist Digital Business Telkom saat sesi gelar wicara pada Digistar Connect 2022 di Gedung Pusat Riset ITS.

iniSURABAYA.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Telkom Indonesia mengajak anak muda ikut belajar, tumbuh, dan berkontribusi bagi dunia digital di Indonesia melalui acara Digistar Connect 2022: Goes to East Java.

Pasalnya, talenta digital kini sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan inovasi digital di berbagai sektor kehidupan.  

Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Pusat Riset ITS, Jumat (11/3) ini dihadiri oleh para sivitas akademika ITS, mulai dari para jajaran pimpinan, dosen, sampai para mahasiswa.

Guna mendukung perkembangan inovasi digital, ITS sebenarnya telah membangun Kawasan Sains Teknologi (KST) dengan beragam klaster, yaitu robotika, maritim, otomotif, dan industri kreatif.

“Apa yang telah diupayakan oleh ITS semoga sejalan dengan program yang digagas oleh Telkom Indonesia,” ujar Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, Rektor ITS.

Digistar Connect merupakan rangkaian acara yang bertujuan untuk menarik talenta juara digital yang inovatif dan profesional untuk belajar, tumbuh, dan berkontribusi bagi Indonesia.

Sebelumnya, Telkom Indonesia dan ITS pernah bersinergi dalam membangun dunia digital di dalam negeri dengan dibangunnya Digital Innovation Lounge (DILo) ITS, beberapa waktu dulu.

Karena itu, diakui Ashari, bukan hal yang asing bagi ITS untuk mendukung upaya Telkom Indonesia mengembangkan dunia digital Indonesia.

Sementata Muhammad Fajrin Rasyid, Direktur Digital Business Telkom Indonesia mengatakan, industri berusaha berkembang mengikuti era digital sekarang ini, termasuk Telkom Indonesia.

Untuk mendukung hal itu, dibutuhkan banyak sekali talenta digital yang tidak hanya bisa tetapi harus ahli dalam hal tersebut. “Sebenarnya akan mudah karena pada dasarnya kaum milenial selalu ingin menghasilkan sesuatu yang penting,” ungkap pria yang akrab disapa Fajrin ini.

Fajrin lalu membeberkan data bahwa pada tahun 2021, nilai ekonomi digital Indonesia berada pada angka sekitar 1.000 triliun dan riset mengatakan akan berkembang sebanyak dua kali lipat hanya dalam empat tahun.

Tentu untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan banyak talenta muda yang siap untuk belajar, tumbuh, dan berkontribusi bagi Indonesia. “Jangan sampai Indonesia hanya sebagai konsumen atau penonton, tetapi juga harus berperan aktif,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fajrin juga membocorkan bahwa keahliaan yang sangat dibutuhkan sekarang dan ke depannya hanya satu, yaitu mempunyai keinginan belajar hal baru.

Namun, sifat adaptif juga perlu ditanamkan untuk mendukung hal tersebut karena yang dipelajari harus sesuai kebutuhan. “Tidak ketinggalan, dalam melakukannya perlu adanya kerja sama agar hasilnya juga dapat diarasakan bersama,” paparnya.

Hal itu dibenarkan Faldy Maulana Yuantoro, Data Scientist Digital Business Telkom yang menyatakan bahwa mahasiswa tidak perlu khawatir jika masih merasa salah jurusan karena ia pun masih terus belajar setelah lulus untuk sampai di posisinya sekarang.

Alumnus Teknik Industri ITS ini menambahkan bahwa selain terus dikembangkan, ilmu yang dikuasi juga harus dikombinasikan agar lebih maksimal. “Terpenting adalah selalu ingin belajar dan memberikan sesuatu yang lebih,” ujarnya. ana

Comments are closed.