
Komunitas Luntas menghadirkan cerita 'King Angrok' di Royal Regantris Cendana Surabaya, Sabtu (24/9/2022) malam.
Tetapi fenomena itu tak membuat semangat Robet Bayoned patah semangat. Bersama Luntas, Robet aktif menggelar pentas-pentas kecil untuk mendekatkan seni ludruk ini ke masyarakat.
Di kesempatan itu, Robet bersyukur bisa terus diberi kesempatan tampil di ruangan ber-AC tanpa dipungut biaya. Kalau pun pertunjukan itu berbayar Rp 50.000/orang sepenuhnya untuk operasional komunitas Luntas.

Robet menekankan, dia dan kawan-kawannya terus bergerak untuk mendekatkan seni ludruk ke generasi milenial. “Karena itu pertunjukan ini disajikan dengan format modern dan kekinian yang ringkas, padat, tidak perlu bawa peralatan banyak yang penting bisa dekat dengan anak muda,” paparnya.
Diakui Robet, regenerasi pertunjukan ludruk sudah sangat terlambat. “Regenerasi pemain dan penontonnya terlambat. Selama ini pertunjukan ludruk hanya untuk kerinduan, belum jadi kebutuhan utama. Belum sepenuhnya untuk memenuhi keinginan menikmati seni pertunjukan ludruk,” cetusnya.
Di tempat yang sama Tonny Satriyo, GM Royal Regantris Cendana menyampaikan mimpinya yaitu menghadirkan seni ludruk di tempat-tempat bergengsi, seperti yang saat itu dilakukan di salah satu ruangan di lantai 9 Royal Regantris Cendana.
















