
Terkait dengan WBTB, Jatim disebutnya patut berbangga pasalnya 87 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) nasional berada di wilayah ini.
Dengan banyaknya WBTB asal Jatim, Khofifah menekankan betapa pentingnya tugas pelestarian budaya di masa depan. Perempuan asal Lamongan ini menyatakan, Sholawat Badar yang baru saja mendapat predikat WBTB merupakan bukti nyata akan banyaknya potensi budaya daerah yang harus disisir dan didaftarkan.
“Jika bukan kita yang mendaftarkan ke HAKI atau Kemendikbud, saya khawatir anak cucu kita tidak akan menemukenali kekayaan budaya bangsa. Inilah pentingnya WBTB kita sisir kembali bersama-sama, dengan membawa mandat dari daerah masing-masing,” paparnya.
Dalang Muda
Selain itu, Khofifah mengaku takjub dengan banyaknya potensi dalang muda sebagai pewaris budaya wayang yang luar biasa digemari masyarakat Jatim.
Apalagi, pada Penghargaan Dalang Muda tahun ini tecatat kawasan perkotaan seperti Surabaya, Malang, dan Gresik berhasil mengirimkan wakilnya dan mendapatkan juara.
Sehingga potensi dalang tidak lagi identik dengan kawasan Nganjuk, Blitar, Tulungagung dan Ngawi yang dikenal daerah mataraman, tetapi makin merata kualitas dan regenerasi dalang muda.
















