
Mayuni Omar, juri Singapura memuji penampilan Wulan Permata yang menyanyikan lagu 'Menjelma Petir'.
Kompetisi terus berlanjut dengan penampilan dari perwakilan Indonesia lainnya, Wulan Permata yang berhasil meraih standing ovation dari seluruh komentator. Lagu ‘Menjelma Petir’ dinyanyikan Wulan dengan luar biasa hingga menuai pujian dari seluruh komentator.
“Malam ini jadi salah satu penampilan terbaik kamu. Menurutku, kamu merupakan seorang performer yang paham sekali kelebihan dan kekurangan kamu,” puji Denada yang langsung ditambahkan oleh Sheer Angullia, “Kamu adalah pesaing yang berat bagi peserta lainnya.”
Broey menjadi academia terakhir yang tampil dari Grup 4 dengan lagu ‘Darah Muda’. Kali ini hanya Soimah yang tidak memberikan standing ovation untuk penampilan menghibur dari kontestan Filipina ini. Denada mengaku sempat lupa bahwa Broey bukan orang Indonesia karena upayanya yang menyanyikan dengan baik dari setiap lirik lagu ‘Darah Muda’.
Begitu pula Dewi Perssik yang mengapresiasi usaha Broey. “Menurutku Broey memang entertainer sejati. Meski terdapat beberapa kesalahan pada lirik yang kamu nyanyikan tadi, tapi aku tetap mengapresiasi kamu sebagai orang Filipina yang begitu mencintai musik dangdut,” ujar Dewi Perssik.
Setelah tampil secara solo, keempat academia dinilai langsung oleh Dewan Juri perwakilan delapan negara participant. Total nilai akhir menjadi penentu kelanjutan perjuangan academia di panggung D’Academy Asia 6.
















