Siasat Hotel Jatim Bertahan di Tengah Badai UMK: Saatnya AI Ambil Alih Efisiensi

Irfan Arsandi, Founder & CEO WIT.ID mengupas tuntas bagaimana AI bekerja di balik layar sebuah hotel.
iniSURABAYA.com – Industri perhotelan Jawa Timur sedang menghadapi paradoks besar. Di satu sisi, upah minimum kabupaten/kota (UMK) terus merangkak naik hingga menyentuh angka Rp5 juta. Di sisi lain, harga jual kamar hotel justru cenderung stagnan, bahkan turun dibanding satu dekade lalu.
“Sepuluh tahun lalu, UMK masih di kisaran Rp3,2 juta dan kita bisa jual kamar Rp750.000 per malam. Sekarang? Kamar hotel dijual lebih murah, sementara UMK sudah Rp5 juta,” ungkap Irawan, GM Aria Centra Surabaya sekaligus Ketua Panitia Workshop AI for Hospitality.
Berangkat dari realitas pahit inilah, The Association of Indonesian Hotel General Manager (IHGM) DPD Jawa Timur mengambil langkah taktis. Bertepatan dengan pelantikan pengurus baru periode 2026–2029 di Ballroom Morazen Hotel Surabaya, Selasa (23/6), mereka menggelar workshop bertema ‘Revolutionizing Work, Exceeding Expectations’.
Bagi IHGM Jatim, jawabannya bukan lagi memangkas fasilitas, melainkan mengawinkan pelayanan dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI).
Bukan Ancaman, Tapi Jawaban Penghematan Biaya
Irawan menegaskan bahwa pasca-pandemi dan adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah, adopsi teknologi adalah harga mati. “Diharapkan dari workshop ini bisa mereduksi biaya operasional. Jadi, AI itu bukan ancaman bagi pekerja, melainkan jawaban atas tingginya biaya operasional saat ini,” imbuh Irawan.
















