
dr Prayudi Tetanto SpP FCCP FISR, Spesialis Paru dari Adi Husada Cancer Center di acara Interactive Talkshow bertema ‘Bersama Hadapi Kanker’ dalam rangkaian peringatan Hari Kanker Sedunia.
iniSURABAYA.com – Deteksi dini masih menjadi cara mudah untuk menghindari tingkat keterparahan kanker. Namun, seseorang sering mengabaikan kesehatannya sehingga banyak pasien yang baru datang ke dokter saat sudah dalam kondisi parah.
Peringatan serius tersebut disampaikan dr Prayudi Tetanto SpP FCCP FISR, Spesialis Paru dari Adi Husada Cancer Center (AHCC) di acara Interactive Talkshow bertema ‘Bersama Hadapi Kanker’ dalam rangkaian peringatan Hari Kanker Sedunia 2026, Jumat (13/2/2026).
Di kesempatan itu, dr Prayudi memberikan edukasi mendalam mengenai kesehatan paru yang sering kali terabaikan oleh kaum perempuan. “Banyak yang menganggap kanker paru hanya menyerang perokok berat. Faktanya, perempuan juga berisiko tinggi akibat paparan asap rokok di lingkungan sekitar (perokok pasif), polusi udara, hingga asap dari aktivitas di dapur,” tandasnya.
Dokter Prayudi mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala awal yang tampak ringan, seperti batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu. “Jangan bandingkan diri kita dengan orang lain. Jika merasa ada yang tidak biasa dengan napas atau batuknya, segera cek!” pesannya.
Dia menambahkan, di era medis sekarang, perawatan sudah sangat personal mengikuti kondisi genetik dan fisik masing-masing pasien. Melalui pendekatan people-centred care, dukungan yang personal dan deteksi dini menjadi kunci utama keberhasilan pengobatan.















