Inilah Kisah Perjuangan Woman Champion, Masdalina: Kalau Bapak-Bapak Kerja dengan Otot, Kami dengan Otak

0
1879

“Saya pernah bersembunyi dari petugas, tetapi justru bertemu ular besar,” begitu kisahnya di buku tersebut.

Belum lagi saat petugas menemukan lahan garapan mereka di hutan, lahan tersebut akan dirusak. Padahal, sekarang sudah ada skema bagi masyarakat untuk bisa mengelola hutan sekaligus menjaga kelestariannya.

Yang menarik, kisah sukses pengelolaan perhutsos dalam buku tersebut hampir semuanya dilakukan oleh kelompok perempuan. Bahkan, di Damaran Baru, Aceh Barat, para perempuan membentuk ranger alias kelompok patroli penjaga hutan yang semuanya adalah perempuan di tengah budaya patriarki yang kuat Aceh. “Kalau bapak-bapak biasa kerja dengan otot, kalau kami, perempuan, dengan otak,” kata Masdalina disambut tawa para hadirin.

Lain halnya dengan Velin. Di Desa Rano, Palu, perhutsos sudah mampu memiliki kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS). Kelompok tersebut memberdayakan masyarakat melalui pengolahan minyak kelapa.

Padahal, Velin mengawali melakukan gerakan pemberdayaan masyarakat di usia yang masih sangat muda. Belasan tahun. Ditambah dirinya sebagai penyandang disabilitas, tidak banyak masyarakat yang mau mengikuti jejaknya.

1 2 3 4 5 6

Comments are closed.