Inilah Kisah Perjuangan Woman Champion, Masdalina: Kalau Bapak-Bapak Kerja dengan Otot, Kami dengan Otak

0
1876

“Tapi, saat ini masyarakat sudah bisa memiliki pendapatan dari aktivitas ini. Dari awalnya diremehkan, akhirnya mereka percaya bahwa masyarakat bisa melakukannya. Dan ini tanpa harus melanggar hukum atau kucing-kucingan dengan petugas,” tegasnya.

Mujtaba Hamdi dari Wahid Foundation mengapresiasi buku tersebut. Menurut dia, buku ini masih merekam sebatas aktivitas perempuan pejuang atau woman champion di tiga provinsi.

“Yang hadir dalam kongres ini ada 14 provinsi. Bagaimana jika ada 14 kisah yang berbeda dari masing-masing provinsi,” cetusnya.

Selain itu, kata Mujtaba, buku tersebut juga bisa dilakukan pendekatan isu, tidak sekadar kewilayahan. Misalnya perempuan Aceh yang kerap disindir karena profesinya sebagai guru ngaji tapi rela keluar masuk hutan.

“Situasi yang sama saya yakin juga terjadi di daerah lain. Bagaimana agama dihubungkan dengan lingkungan hidup. Ternyata, ada masyarakat yang menentang,” imbuhnya.

1 2 3 4 5 6

Comments are closed.