Antisipasi Perubahan Ekosistem di Industri Rumah Sakit, RS Mata Undaan Lakukan Strategi Ini

0
1779

“Di sisi lain kami juga terus melengkapi peralatan medis, seperti misal laboratorium dan menghadirkan peralatan lasik generasi terbaru dari Jerman,” katanya.

Senada dengan Arif Afandi, dr Sahata PH Napitupulu SpM (K) menyatakan sarana dan prasarana yang dimiliki RSMU sudah cukup lengkap. “Peralatan lasik yang kami punya itu hanya ada dua di Indonesia, dan cuma ada delapan di Asia,” ujarnya.

Dengan dukungan peralatan tersebut, dr Sahata mengatakan bahwa masyarakat Tanah Air tidak perlu berobat ke luar negeri. “Berobat ke luar negeri lebih murah? Tidak juga. Jika dihitung berobat di Indonesia tentu jauh lebih murah, tindakan medis yang dilakukan juga sama,” katanya.

Dokter Sahata mengaku, banyak juga yang sudah berobat ke luar negeri, tetapi tidak puas lalu kembali ke Indonesia dan dirujuk ke RSMU. “Saya pernah menangani beberapa pasien operasi di luar tidak berhasil, dan berhasil kami ‘perbaiki’,” tuturnya.

Menurut dr Sahata, saat ini RSMU yang didukung 24 dokter setiap hari melayani hampir 500 pasien. Selain laboratorium dan radiologi, RSMU memiliki delapan kamar operasi umum, dan tiga kamar operasi premium.

“Untuk tindakan operasi, setiap harinya ada 60 pasien. 80 persen rawat jalan setelah menjalani operasi. Sedang yang 20 persen adalah pasien rujukan untuk kasus dengan penyulit sehingga perlu rawat inap,” ucapnya.

1 2 3 4

Comments are closed.