Wanita dan Standar TikTok: Antara Ekspektasi Media Sosial dan Hak untuk Bahagia

0
3331

TikTok Dr Irwan Dwi Arianto tentang Insight: ‘STANDAR TIKTOK’
https://www.tiktok.com/@irwandwiarianto/video/7470573890050313490

Di berbagai diskusi di Twitter dan TikTok, muncul banyak komentar yang mengkritik wanita karena dianggap ‘terlalu mengikuti standar media sosial’, ‘hanya peduli penampilan’, atau ‘tidak realistis dalam menilai pasangan’.

Kritik semacam ini seolah melupakan kenyataan bahwa standar sosial bukan hanya terbentuk dari preferensi individu, tetapi juga dipengaruhi oleh media, industri kecantikan, dan algoritma media sosial yang mempromosikan citra tertentu.

Hak Wanita untuk Bahagia dan Dibahagiakan
Di tengah arus kritik dan hujatan ini, banyak yang mulai mengangkat perspektif berbeda: wanita tidak bisa disalahkan atas standar yang diciptakan oleh media sosial.

Sebaliknya mereka memiliki hak penuh untuk menentukan kebahagiaan mereka sendiri, tanpa harus tunduk pada ekspektasi yang dibentuk oleh dunia maya.

“Hal ini yang sering saya sampaikan di perkuliahan Komunikasi Digital dan Kajian Media Sosial, ‘cantik itu apa?’,” ujar Dr Irwan Dwi Arianto.

Beberapa fakta yang perlu diperhatikan:

  • Standar kecantikan dan gaya hidup tidak hanya diciptakan oleh wanita, tetapi juga dipengaruhi oleh media, tren pasar, dan algoritma media sosial.
  • Wanita berhak menentukan standar kebahagiaannya sendiri, termasuk bagaimana mereka ingin tampil dan menjalani hidup tanpa tekanan sosial.
  • Kritik terhadap standar TikTok seharusnya diarahkan pada bagaimana sistem media sosial bekerja, bukan kepada individu yang menjadi bagian dari ekosistem tersebut.
1 2 3 4 5 6

Comments are closed.