Wanita dan Standar TikTok: Antara Ekspektasi Media Sosial dan Hak untuk Bahagia

0
3330

Pesan utama yang perlu diingat:
➡ Wanita tidak bisa disalahkan hanya karena standar sosial yang terbentuk dari sistem yang lebih besar.
➡ Setiap orang berhak bahagia dan memiliki standar hidup yang sesuai dengan kebutuhannya, tanpa harus mengikuti ekspektasi yang diciptakan oleh media sosial.
➡ Ketahanan keluarga dimulai dari ibu yang memiliki kesadaran akan nilai-nilai yang lebih kuat dibandingkan tekanan media sosial.
➡ Sebagai masyarakat, kita harus lebih kritis terhadap standar yang tidak adil dan mendukung satu sama lain untuk hidup lebih bahagia, bukan saling menyalahkan.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta berbagai pihak terkait diharapkan mulai memperhatikan fenomena ini dan menyusun strategi untuk mengedukasi masyarakat tentang dampak media sosial terhadap ekspektasi sosial dan ketahanan keluarga.

“Dengan demikian, kita bisa membangun lingkungan yang lebih sehat dan mendukung semua individu, tanpa tekanan yang tidak perlu dari standar yang dibentuk oleh dunia maya,” ujar Dr Irwan.*

1 2 3 4 5 6

Comments are closed.