
“Jika ada yang ingin naik jabatan, kita adu secara terbuka. Misalnya ada yang ingin menjadi Sekda, maka dia harus memaparkan visi-misinya. Teman-teman media juga bisa hadir dan memberikan penilaian. Setelah itu, baru ada pengumuman dan pelantikan,” tuturnya.
Cak Eri menyatakan, transparansi dalam seleksi ini untuk memastikan hanya pejabat yang kompeten dan berorientasi pada pelayanan publik yang terpilih.
“Hadirnya pemerintah adalah untuk kesejahteraan rakyat. Kalau seorang pejabat tidak inovatif, tidak berani keluar dari zona nyaman, bagaimana masyarakat bisa merasakan kehadiran pemerintah? Saya tidak ingin ada pejabat yang hanya teori, tapi harus praktik langsung,” tegasnya. wid
















