Sebagai Penghormatan, Karya RM Yunani Prawiranegara dan Syirikit Syah Turut Mengisi ‘Setelah Tanpa Deadline’

0
1126

iniSURABAYA.com – Harian Sore Surabaya Post yang didirikan oleh pasangan suami istri, A Azis dan Toety Azis pada tanggal 1 April 1953 menjadi ‘kawah candradimuka’ bagi para awak medianya.

Namun, sejak SP dilikuidasi 2002, para awak media SP semburat berkiprah di berbagai lembaga. Ada yang mendirikan media baru, bergabung dengan media besar, menjadi dosen, pengusaha, konsultan, dan beragam profesi lainnya.

“Sepak terjang para mantan SP kemudian mewarnai dunia pers di Indonesia. Namun mereka masih aktif menjalin silaturahmi,” ungkap Imung Mulyanto, salah satu mantan awak media SP.

Sebelum menjadi wartawan Harian Sore Surabaya Post (SP), ada beberapa awak media yang terlebih dahulu dikenal sebagai penyair. Di antaranya Yusuf Susilo Hartono, RM Yunani Prawiranegara, M Anis, Syirikit Syah, Rusdi Zaki, Jil Kalaran, Rokimdakas, Hasan Bisri BFC, Suhandayana, dan Heti Palestina.

Sebagai penghormatan, buku ‘Setelah Tanpa Deadline’ yang dirilis pada 1 April lalu juga memuat karya awak media SP yang sudah wafat, yakni RM Yunani Prawiranegara dan Syirikit Syah.

1 2 3

Comments are closed.