
Alika Jantinia dan Nayla Purnama saat hadir di special screening film 'Gowok Kamasutra Jawa' di Studio XXI Tunjungan Plaza Surabaya, Rabu (28/5/2025).

“Selama ini, yang saya pahami sebagai laki-laki Jawa, perempuan dituntut melayani laki-laki dalam hal seksualitas. Namun lewat tradisi Gowok, ternyata sebaliknya. Laki-laki harus memahami tubuh perempuan agar dalam melakukan hubungan terjadi kesetaraan,” urainya.
Hanung menekankan, dalam tradisi Gowok, perempuan tidak sekedar menjadi pemuas laki-laki.
“Tetapi juga sebaliknya. Laki-laki harus berkewajiban memuaskan perempuan,” imbuhnya.
Sementara Raam Punjabi, sang produser mengungkapkan antusiasmenya atas projek ini.
“Menghadirkan cerita-cerita segar dan berbeda selalu menjadi visi MVP Pictures. Lewat film ‘Gowok Kamasutra Jawa’ kami mengangkat kembali sebuah kisah sejarah yang nyaris terlupakan, namun sarat makna dan nilai budaya,” ujarnya.
















