
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya meresmikan Rumah Bank Sampah dan Rumah Cacing Puspa Mandiri. (foto: dok Diskominfo Kota Surabaya)
Manfaatkan Aset Pemkot Surabaya
Sementara itu, Mashoet, Ketua RW 3 Jalan Tembok Lor I, Kecamatan Bubutan mengatakan, Rumah Bank Sampah dan Rumah Cacing Puspa Mandiri ini memanfaatkan aset milik Pemkot Surabaya. Bangunan bekas sekolah itu, sebelumnya sempat kosong dan tidak terawat.
Melihat kondisi itu, Mashoet bersama warga mengusulkan kepada pemkot agar tempat ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan sampah dan budidaya cacing puspa.
Menurut Mashoet, Rumah Bank Sampah dan Rumah Cacing Puspa Mandiri merupakan hasil swadaya masyarakat. Awalnya, warga membeli sebanyak lima kilogram cacing puspa. Setelah itu dikembangbiakkan hingga kini menjadi tujuh kilogram cacing puspa.
“Tadinya hanya ada lima kotak (wadah kembang biak cacing puspa), kini menjadi 10 kotak. Nah, insyaallah nanti saya buatkan rak susun supaya lebih banyak lagi,” tuturnya.
Setelah dikembangbiakkan, cacing-cacing tersebut akan dijual kembali oleh warga. Cacing-cacing ini juga dimanfaatkan warga sebagai obat-obatan tradisional dan untuk pengolahan sampah organik rumah tangga.
















