Catatan Khusus: Metamorfose Pelacuran Era Digital

0
822


‎Pelacuran bukanlah produk modern. Dalam masyarakat pra-sejarah, meski tidak terinstitusi,  pertukaran seks untuk makanan atau perlindungan sudah terjadi. ‎

‎Bukti paling jelas muncul pada peradaban Mesopotamia (3000–2000 SM), ketika pelacuran menjadi bagian dari praktik keagamaan dan ekonomi.

Yunani mengembangkannya menjadi struktur sosial bertingkat, sementara Romawi memberinya status legal melalui registrasi resmi.‎

‎Di berbagai fase sejarah agama, pelacuran dikecam namun tetap dibiarkan ‘ada’ sebagai kompromi moral. Di dunia Islam klasik misalnya. Larangan keras tidak membuat pelacuran hilang. Ia sekadar bergerak ke ruang-ruang lain melalui keberadaan qiyan, yaitu budak, penyanyi  dan penghibur yang sering dikaitkan dengan layanan erotis.

Dan, sampai sekarang banyak TKW Indonesia di Saudi Arabia  dianggap budak yang bisa diperlakukan sesuka majikan, tidak terkecuali layanan seksual.

1 2 3 4 5 6 7

Comments are closed.