Tingkat Kematian Kanker Paru Tertinggi dibanding Kanker Payudara dan Serviks, dr Prayudi Ungkap Terapi Tidak Harus Kemo

0
413

Dokter Prayudi mengungkapkan, kanker paru menempati urutan ketiga kasus terbanyak setelah kanker payudara dan kanker serviks. “Tetapi angka kematian akibat kanker paru justru paling tinggi dibanding dua jenis kanker lainnya itu,” paparnya.

Untuk yang berisiko, yaitu mereka yang usianya di atas 40 tahun, sering terpapar polusi, hidup di area industri, genetik kanker paru, termasuk para perokok aktif maupun pasif sebaiknya melakukan skrining agar bisa tahu lebih awal.

Jika benjolan makin membesar dan mendesak jaringan lain muncul gejalanya, seperti batuk, nyeri di dada, berat badan turun. “Jika itu terjadi maka sudah masuk stadium tinggi,” ucapnya.

Tidak Harus Kemoterapi
Walaupun kanker paru itu paling fatal, dr Prayudi menyatakan, bukan berarti vonis mati. Kabar baiknya, jika sudah terdeteksi kena kanker, terapinya tidak harus dengan kemo,” tuturnya.

Upaya untuk ‘melawan’ kanker sekarang banyak, yaitu dengan Terapi Target dan Imunoterapi. “Terapi Target ini lebih canggih. Jadi, ada obat untuk menghambat penyebabkan kankernya ini tumbuh berlebihan,” imbuhnya.

1 2 3

Comments are closed.